JAKARTA, KOMPAS.com — Layanan gadai emas PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) atau BSI mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang semester I 2026.

Outstanding gadai emas BSI mencapai Rp 13 triliun atau meningkat 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan dana masyarakat pada pertengahan tahun, termasuk untuk membiayai kebutuhan pendidikan menjelang tahun ajaran baru.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 25 Juni 2026: Antam, Galeri 24 Pegadaian, dan UBS

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) memandang tren kenaikan harga emas sebagai momentum untuk memperluas bisnis emas fisik atau bullion bank yang tengah digarap perseroan.
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

BSI menilai kondisi itu mendorong masyarakat memanfaatkan aset emas sebagai sumber likuiditas tanpa harus menjual kepemilikan emas yang dimiliki.

Mayoritas pengguna layanan gadai emas BSI merupakan ibu rumah tangga yang memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk biaya pendidikan anak.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, meningkatnya minat masyarakat terhadap gadai emas menunjukkan emas tidak lagi hanya dipandang sebagai instrumen investasi maupun lindung nilai, tetapi juga menjadi alternatif solusi keuangan untuk memenuhi kebutuhan dana.

Menurut dia, layanan gadai emas BSI menawarkan proses yang mudah dan cepat, taksiran emas yang tinggi, biaya yang lebih murah, serta didukung layanan digital melalui aplikasi BYOND.

Baca juga: Update Harga Emas Pegadaian 25 Juni 2026: UBS dan Galeri 24 Melemah

Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat melakukan reservasi, simulasi, hingga memperpanjang gadai emas.

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).
KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI

Anton menjelaskan, BSI membangun ekosistem emas yang lengkap mulai dari pembelian emas melalui BSI Emas, cicil emas, gadai emas hingga transfer emas.

Ekosistem ini dihadirkan agar masyarakat dapat mengoptimalkan manfaat kepemilikan emas.

"Mulai dari memiliki emas melalui cicilan hingga saat ada kondisi membutuhkan dana tunai tanpa harus menjual asetnya. Emas memiliki nilai intrinsik yang kuat dan terbukti mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang," ujar Anton dalam siaran pers, Kamis (25/6/2026).

Baca juga: Harga Buyback Emas Antam, Galeri 24, dan UBS 25 Juni 2026 Turun Tipis

Rata-rata 120.000 transaksi per bulan

BSI mencatat selama semester I 2026, transaksi gadai emas terus menunjukkan tren positif.

Rata-rata transaksi mencapai 120.000 transaksi setiap bulan.

Menurut perseroan, produk gadai emas menjadi pilihan masyarakat karena menawarkan proses yang cepat dan aman. Selain itu, nasabah dapat memperoleh pembiayaan dengan menjaminkan emas yang dimiliki tanpa kehilangan potensi kenaikan nilai aset tersebut pada masa mendatang.

Anton mengatakan, penguatan layanan gadai emas merupakan bagian dari strategi BSI untuk memperkuat ekosistem emas nasional secara menyeluruh.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 25 Juni 2026 Stabil, Cek Sebelum Beli